Menatap Harapan Anak-Anak Pasar Pustaka Pekanbaru

Passion Hero

Elizabeth Valencia

Passion Hero

Written By

Kurnia Widiasih

Author

Tidak jauh dari kota Pekanbaru, sekitar satu jam perjalanan dengan mobil, melewati pohon-pohon rindang terdapat satu desa kecil yaitu Desa Banjar Nauli. Pertama kali datang di tempat itu, kami langsung disambut dengan suara tawa anak-anak bermain di tanah kosong di depan bangunan kecil berwarna-warni. Tawa mereka terhenti sejenak karena melihat kami turun, mungkin asing melihat wajah-wajah yang belum pernah mereka lihat di sana. Wajah bingung bercampur dengan rasa penasaran ingin berkenalan. Selain anak-anak ini, mata kami tertuju pada rumah warna-warni, Pasar Pustaka Pekanbaru. Sama seperti yang ada di Manado, tempat ini juga tempat untuk anak-anak bisa belajar bersama.

Wajah mereka terlihat bersemangat dan bersinar ketika, Mia dan Bebe, berjalan bersama kami ke arah Pasar Pustaka. It means, it’s time for Pasar Pustaka! Ekspresi yang tadinya malu-malu berubah jadi bersemangat ketika mereka melihat kami. Tangan dan baju kami ga luput dari tarikan antusias mereka. Mereka senang banyak orang yang akan mengajar dan bermain bersama mereka. “Kak, kita mau belajar apa hari ini?”, tanya seorang anak di Pasar Pustaka. Pertanyaannya membuat kami bergumam dalam hati, semangat mereka untuk belajar sangat tinggi. Bahkan mengalahkan semangat kami dulu sewaktu masih di bangku sekolah.

Anyway, mereka ini termasuk anak-anak yang tidak mampu untuk sekolah, ada yang masih bersekolah tapi banyak yang putus sekolah. Anak-anak yang ikut Pasar Pustaka ada yang berumur 5 sampai 12 tahun, usia TK dan SD. Tapi kalian tahu gak, kalau angka putus sekolah di Pekanbaru mencapai 337 orang di tingkat SD setiap tahunnya. Dari situlah kami ingin mereka tetap merasakan pendidikan yang sama dengan anak-anak di sekolah.

Setiap jam pulang sekolah, Pasar Pustaka ini dibuka untuk mereka. Setiap hari mereka bisa menambah pengetahuan di tempat ini. Saat kelas dimulai para pengajar mengajak mereka bercerita, membaca, dan belajar berhitung sambil bermain agar mereka tidak bosan saat di belajar. Anak-anak Pasar Pustaka memang tidak seberuntung anak-anak di kota soal pendidikan, tapi semangat dan harapan mereka bisa diadu.

“Di Pasar Pustaka membuat anak-anak jadi kreatif dan kami juga berusaha mengajarkan mereka tentang pentingnya nilai moral dan karakter,” kata Mia waktu dia membacakan cerita di depan anak-anak. Mia dan Bebe sudah hampir setahun mengajar di Pasar Pustaka. Banyak hal yang mereka lewatkan bersama anak-anak di sini. Banyak karakter baru Mia pelajari dari mereka. Bagaimana cara menghidupkan suasana, buat mereka semangat belajar, buat mereka punya karakter.

Perlahan apa yang diharapkan Mia jadi kenyataan. Anak-anak di sini semakin pintar, mereka jadi mengerti apa yang mereka impikan. Dari buku dan pengetahuan, harapan mereka jauh melampaui apa yang bisa mereka lihat. Harapan mereka tentang dunia, membuat kita sebagai pengajar juga punya harapan dengan masa depan. Semangat anak-anak akan selalu menginspirasi kami semua untuk mengajar lebih baik.

Passion Hero

Elizabeth Valencia

Passion Hero

Written By

Kurnia Widiasih

Author